:רוּחַ־אֵל עָשָׂתְנִי וְנִשְׁמַת שַׁדַּי תְּחַיֵּנִי

Meditasi Harian Indoneia
Santapan Rohani
Renungan Spirit
Fresh Juice - Katolik
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi. Hosea 6:3

Referral Banners Compare hotel prices and find the best deal - hotelscombined.com

Yudas 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Kamis, 09 Mei 2013

Model Relasi dan Pemasok Dari Kaoru Ishikawa



Galatia  6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. // ἀλλήλων τὰ βάρη βαστάζετε καὶ οὕτως ἀναπληρώσατε / ἀναπληρώσετε τὸν νόμον τοῦ Χριστοῦ. 

Dalam dunia industri dan perdagangan, standard ISO adalah suatu keharusan untuk dapat menembus pasar global. Dalam rangka mendapatkan sertifikasi maka standar mutu harus mendapatkan perhatian, diantaranya adalah standar mutu dalam pembelian suatu produk. Kaoru Ishikawa telah mengembangkan daftar konprehensip dari nilai dan prinsip hubungan pelanggan - pemasok sebagai dasar awal standarisasi. Dalam mengembangkan prinsip maka ada nailai dasar yang harus ada dalam hubungan pelanggan dan pemasok, Nilai dasar antara lain :
  • Saling percaya. misal : menjaga rahasia dan mengerti kondisi keuangan mitra.
  • Kerja sama misal menguntungkan kedua belah pihak yang berkeadilan.
  • Hidup dan biarkan hidup. misal Menghormati keberadaan pihak lain
Dari nilai dasar ini maka didapat sepuluh prinsip hubungan pembelian dan pemasok yang dijadikan bahan acuan standar dari sertifikasi. Prinsip tersebut antara lain :
  1. Pelanggan dan pemasok sepenuhnya bertanggungjawab atas penerapan kendali mutu berdasarkan saling pengertian dan kerjasama antara sistem kendali mutu mereka.
  2. Pelanggan dan pemasok harus tidak saling bergantung dan menghargai kemerdekaan pihak yang lain.
  3. Pelanggan bertanggungjawab atas pemberian informasi dan persyaratan yang jelas dan memadai sehingga pemasok dapat mengetahui dengan tepat apa yang harus dikerjakannya.
  4. Baik pelanggan maupun pemasok, sebelum berbinis harus menandatangani suatu kontrak yang rasional dalam hal mutu, harga, syarat penyerahan dan metode pembayaran.
  5. Pemasok bertanggungjawab atas jaminan mutu yang akan memberikan kepuasan pada pelanggan dan juga bertanggungjawab atas penyerahan data yang diperlukan yang aktual berdasarkan permintaan pelanggan.
  6. Baik pemasok maupun pelanggan harus lebih dulu memutuskan metode penilaian terhadap berbagai barang, yang dianggap memuaskan kedua belah pihak.
  7. Dalam kontrak mereka pelanggan dan pemasok harus menetapkan sistem dan prosedur agar mereka dapat menyelesaikan perselisihan secara baik-baik.
  8. Baik pelanggan maupun pemasok, dengan mempertimbangkan pendirian pihak lain, harus saling bertukar informasi yang diperlukan supaya dapat melakukan pengendalian mutu yang lebih baik.
  9. Baik pelanggan maupun pemasok harus selalu melakukan pengendalian aktivitas bisnisnya, misalnya pemesanan, perencanaan produksi dan persediaan, kerja admistrasi dan sistem sehingga tata hubungan mereka terjaga dengan baik dan memuaskan.
  10. Baik pelanggan maupun pemasok, bila menangani transaksi bisnis, harus selalu memperhitungkan sepenuhnya kepentingan akhir konsumen.
Prinsip prinsip didasari dengan asas win-win dengan mengerti dampak dari "What if?" sebagai bentuk ketrampilan negoisasi, pembuatan kontrak, aturan dan perundang-undang, manajemen material ...... Alkitab mengembangkan hukum positif dalam menjalin hubungan / relasi yang juga seharusnya diterapkan dalam model transaksi bisnis. Aturan positif antara lain :
  • Galatia  6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
  • Matius  7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
  • Roma  14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
Hubungan relasi yang baik adalah dibangun dan didasari sikap saling menolong antara pelanggan dan pemasok sehinggan keduanya menang / untung. Duanya menang adalah sebuah pilihan dari hasil yang didapatkan dari kemungkinan antara lain :
  • Kita berdua menang.
  • Saya menang, Anda kalah.
  • Saya kalah, Anda menang.
  • Kita berdua menang.
Keduanya menang maka harus dihindari segala bentuk tipu menipu kepada pihak lain [Mazmur  35:20 Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan,] dan hidup dengan semangat berdamai yang saling memuaskan kebutuhan yang lain. Hanya dengan sikap yang saling menguntungkan karena saling tolong menolong maka ada kerukunan dan berkat Tuhan mengalir bagi mereka. Mazmur 133.  133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. 

Relasi yang baik dengan bertindak benar dan berkeadilan sebagai wujud semangat saling memuaskan mendatangkan kerukunan sehingga berkat Tuhan turun dalam transaksi bisnis. Dalam kerukunan ada kepercayaan, kerjasama dan saling membiarkan hidup. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar



Apakah Anda memiliki saran dan usulan terhadap blog ini, 
Jika ada mohon agar dapat disampaikan. 
Saran dapat disampaikan melalui

1. Facebook.


2.Twitter

"Berilah nasihat, pertahankanlah hak, jadilah naungan yang teduh di waktu rembang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang, janganlah khianati orang-orang pelarian!
Yesaya 16:3

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu

Help make a difference in the lives of children in need. Now is the time to sponsor a child.
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya (Yeremia 24:7)