Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi. Hosea 6:3
Spirit
Arus Hayat
Fresh Juice
Our Daily
English
Mandarin
Russia
Bread
Thailand
Indonesia
Cambodia
Help make a difference in the lives of children in need. Now is the time to sponsor a child.
Yudas 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Kamis, 09 Mei 2013

Malapetaka dan Kebisingan Kerja


BIS Karena itu, Aku, TUHAN Allah yang disembah oleh umat Israel, akan mendatangkan bencana yang sangat besar ke atas Yerusalem dan Yehuda sehingga setiap orang yang mendengar tentang hal itu akan terkejut.
TB sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda, sehingga setiap orang yang mendengarnya akan bising kedua telinganya.

.                                                                                                                           2 Raja-raja 21:12. 

Malapetaka besar erat kaitannya dengan kebisingan. Malapetaka besar menimbulkan kebisingan dan kebisingan mendatangkan melapetaka. Dalam teks Alkitab 2 Raja-raja 21:12 yang menjadi sorotan bahwa malapetaka datang dengan kebisingan. Banyak kisah malapeta datang disertai kebisingan. Tsunami, banjir bandang, gunung meletus datangkan malapetaka disertai dengan kebisingan. 

Kebisingan yang menyertai malapetaka terjadi karena Tuhan Allah mengizinkan terjadi. Sebab semua peristiwa di bumi diketahui oleh Tuhan Allah dan Tuhan Allah telah menetapkan satu kali langit dan bumi lenyap. 

Malapetaka datang dengan kebisingan. Kebisingan mengakibatkan sakitnya telingga dan dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi dan kelancaran komunikasi. Kebisingan menyebabkan hilangnya konsentrasi dan fokus sehingga malapetaka yang disertai kebisingan menyebabkan ketidakberdayaan dan hilangnya konsentrasi saat malapetaka itu datang. Malapetaka dan kebisingan lazimnya bersifat impulsive noise (lihat contoh di atas ). 

Gideon mengalah orang Amalek dengan senjata buyung, sangkakala. Malapetaka tiba-tiba mendatangi orang Midian yang datang dalam bentuk terjadi pertumpahan darah sesama orang Midian dalam kepanikan yang hebat. Gideon hanya mentaati perintah Tuhan dan Tuhan mendatangkan kebisingan sekalipun mungkin berbeda dengan kebisingan bencana alam yang lazimnya unsteady noise. Orang Midian mungkin mengalami steady noise. 

Dalam dunia kerja, kebisingan dan malapetaka sesuatu yang harus diminimalkan. National Institute of Occupational Safety & Health telah mendefinisikan status suara / kondisi kerja dimana suara dapat berubah menjadi polutan. NIOSH cenderung memperhatikan suara mesin, benturan alat kerja, aliran material dibandingkan suara manusia dengan pertimbangan tingkat kebisingan suara manusia kecil. 

Perhatian NIOSH cenderung menangani masalah sistem akustik, pengendalian kebisingan dengan memperhatikan Audiometric test sehingga mengurangi malapetaka kerja akibat dampak auditorial dan dampak nonaudiotorial yang sama bahayanya seprti sistem keseimbangan, cardiovaskular, stress, kualitas tidur. 

NIOSH memudahkan perusahaan mencegah terjadinya noise included hearing loss. Perhatian NIOSH sangat baik untuk mengurangi resiko malapetaka dan kebisingan di tempat kerja, tetapi tidak dapat dengan sempurna menyelesaikan kebisingan, terutama kebisingan diakibatkan lidah. 

Yakobus  33:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Yakobus  33:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. 

Alkitab menulis bahwa lidah manusia yang tingkat frekuensi kebisingan yang rendah tetapi memiliki dampak yang cukup besar. Kebisingan suara manusia akibat lidah salah satunya konflik dengan rekan kerja atau sesama manusia disebabkan terganggunya saluran komunikasi dan kesepakatan kerja atau hal lain. Konflik akibat  lidah sekalipun frekuensi suara kecil menurut Yakobus bersifat buas apalagi jika melibatkan massa yang besar dengan membawa pengeras suara yang dipergunakan dengan tidak bertanggung jawab. Berdiam dalam naungan Tuhan adalah tempat yang aman. Dia adalah tempat yang teduh. 

Saat mengalami kebisingan - romor, isu-isu, fitnah, hampiriah Dia yang di dalam-Nya ada ketenangan. Malapeteka harus terjadi sebelum kedatangan Yesus ke dua kali. Malapetaka sering disertai kebisingan, tetap fokus dan konsentrasi datang hampiri Tuhan sumber ketenangan sebab di dalam Firman-Nya ada kekuatan menyerap kebisingan dalam masalah kerja, masalah kehidupan. 

Malapeta yang datang disertai kebisingan yang menyebabkan hilang konsentrasi dan fokus sangat berat. Tetap fokus dan konsentrasi saat malapetaka datang membantu menemukan jalan keluar menghadapi masalah dan malapeta yang muncul. Dalam ketenangan ada kekuatan. Usahakan tetap tenang dalam damai sejahtera Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apakah Anda memiliki saran dan usulan terhadap blog ini, 
Jika ada mohon agar dapat disampaikan. 
Saran dapat disampaikan melalui

1. Facebook.

2.Twitter


3. Email Send mail
"Berilah nasihat, pertahankanlah hak, jadilah naungan yang teduh di waktu rembang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang, janganlah khianati orang-orang pelarian!
Yesaya 16:3

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu


Prayer Cycle
11 May - 17 May 2014
EHC Prayer

Sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa
Kalender Doa Bulan April

Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya (Yeremia 24:7)

Tetaplah berdoa
"Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."